TEORI SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

TEORI SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

Penulis;

Ishak Bagea, Haspian, Monika, Aurel Isma Wardani, Rohana Talia, Ilda Trihapsari, Fitri Ramadhani Onan, Arbin Sabara, Muh. Fathir, Arif Pamana

Editor; Syofrianisda, S. Th.i,. MA

layout:Yona Gus Manita, S.Pd

Jumlah halaman: 181

Ukuran Buku: A5 (14,8×21)

Versi Cetak: Tersedia

Versi E-book: tersedia

Berat; 0 Kg

Harga; Rp; 156.000

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang kaya akan keragaman budaya, bahasa, dan tradisi. Salah satu wilayah yang menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa adalah Provinsi Sulawesi Tenggara. Provinsi ini dihuni oleh berbagai suku bangsa seperti Tolaki, Buton, Muna, Moronene, dan Bajo, yang masing-masing memiliki warisan budaya yang khas dan sarat makna. Keberagaman ini tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga bagian integral dari mozaik kebudayaan nasional Indonesia.

Namun, di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang kian deras, eksistensi budaya lokal menghadapi tantangan serius. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan budaya populer global dibandingkan dengan warisan budaya leluhur mereka sendiri. Fenomena ini mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai dan bahkan potensi kepunahan budaya lokal. Di sinilah pentingnya upaya pelestarian dan pengkajian terhadap nilai dan makna budaya lokal, khususnya di Sulawesi Tenggara, agar tidak tercerabut dari akar identitasnya.

Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter dan jati diri suatu masyarakat. Misalnya, dalam budaya suku Tolaki, terdapat tradisi tamlan molulo dan tarian mondotambe yang sarat akan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Begitu pula dengan konsep kalosara, yang menjadi simbol kesatuan dan keharmonisan dalam masyarakat Tolaki. Di sisi lain, masyarakat Buton dan Muna memiliki tradisi seperti upacara pingitan, budaya sarapata, kasebu, kamohu, dan katoba, yang mengandung nilai-nilai pendidikan, spiritualitas, dan etika sosial yang tinggi. Tak kalah penting, masyarakat Bajo yang hidup sebagai pelaut ulung memiliki kearifan lokal dalam mencari ikan yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Urgensi pengkajian nilai dan makna budaya ini semakin meningkat seiring dengan kebutuhan akan pembangunan yang berbasis kearifan lokal. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi fondasi dalam merancang kebijakan yang lebih inklusif dan berakar pada realitas sosial masyarakat. Selain itu, penggalian makna budaya juga penting untuk memperkuat identitas lokal, memperkaya khazanah budaya nasional, serta menjadi sumber inspirasi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, pariwisata, dan seni kreatif.

 

Category:

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “TEORI SOSIAL DAN KEBUDAYAAN”

Your email address will not be published. Required fields are marked *