PENDEKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
PENDEKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
Penulis;
Ishak Bagea
Deni Dahlan
Armadani
Arfili
Deden Plasna
Lin Nurnaningsih
Nurlaela M. Karau
Sitti Murni
Irmawati
Dwi Agus Samaria
Sinarlin F
Yasir
Muh. Rusdin
Samsuddin
Sitti Halima
Jumlah halaman; viii + 332
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak; tersedia
Versi E-Book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 156,000
Menurut George R. Terry (2010), manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien. Pernyataan ini menggambarkan bahwa manajemen bukan hanya sekadar aktivitas teknis atau administratif, melainkan sebuah proses terpadu yang mencakup berbagai fungsi utama yang saling berhubungan satu sama lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi (Syahputra & Aslami, 2023).
Manajemen pada hakikatnya adalah seni dan ilmu dalam mengatur, mengelola, serta memanfaatkan berbagai sumber daya agar dapat menghasilkan kinerja terbaik. Sumber daya yang dimaksud tidak hanya berupa sumber daya manusia (SDM), tetapi juga mencakup sumber daya material, finansial, informasi, dan waktu. Seorang manajer dituntut untuk mampu mengoordinasikan semua unsur tersebut agar berjalan harmonis. Dengan demikian, keberhasilan suatu organisasi tidak hanya bergantung pada banyaknya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan manajer dalam mengelola dan mengarahkannya sesuai kebutuhan organisasi (Meithiana & Ansory, 2019).
Pandangan George R. Terry menekankan bahwa manajemen adalah sebuah proses yang sistematis dan berkelanjutan. Proses ini dimulai dari perencanaan (planning) yang berfungsi menentukan arah kegiatan dan strategi yang akan ditempuh. Selanjutnya, tahap pengorganisasian (organizing) berperan untuk menata struktur organisasi, membagi tugas, serta menempatkan orang pada posisi yang sesuai dengan kompetensinya. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan atau penggerakan (actuating), di mana rencana yang telah dibuat dijalankan dengan melibatkan motivasi, komunikasi, dan kepemimpinan yang baik. Terakhir, pengawasan (controlling) dilakukan untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Apabila terdapat penyimpangan, maka dilakukan tindakan korektif agar pelaksanaan kembali pada jalur yang benar (Syahputra & Aslami, 2023).





Reviews
There are no reviews yet.